BeritaIndonesia

Fakta Atau Hoax? Anggaran PKH 2019 Naik Dua Kali Lipat

Akhir-akhir ini santer berita di media yang menyebutkan bahwa anggaran PKH 2019 akan naik dua kali lipat dibandingkan tahun ini. PKH atau Program Keluarga Harapan sendiri merupakan bantuan sosial untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga penerima manfaat dalam menempuh pendidikan. Selain pendidikan, bantuan ini juga ditujukan untuk memperbaiki gizi yang buruk. Menurut survei dari Badan Pusat Statistik (BPS), PKH dinilai sebagai program sosial yang sangat efektif untuk menekan laju kemiskinan. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Sosial akan melakukan beberapa perubahan terkait penyaluran PKH. Baik itu dari anggaran PKH 2019 yang naik maupun sistem penyaluran yang berbeda.

Rencana Anggaran PKH 2019 Naik

Jika pada tahun 2018 dana PKH sebesar 17 triliun maka untuk anggaran PKH 2019 direncanakan akan naik sebesar 31 triliun. Anggaran tersebut ditujukan untuk 10 juta keluarga penerima manfaat PKH tiap tahunnya. Untuk itu, pada tahun 2019 nanti pemerintah akan melakukan peningkatan program dengan melakukan perbedaan sistem PKH. Jika pada tahun 2018 pembagian masih sama rata, untuk tahun 2019 nanti besarnya penerimaan bergantung kepada beban yang ditanggung.

Penurunan Angka Kemiskinan

Menurut survei dari BPS, dengan adanya PKH ternyata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan. Angka kemiskinan tersebut menurun dari 10,12% menjadi 9,82%. Keberhasilan PKH juga tidak lepas dari peran dan sinergisitas antara Kementerian Sosial dengan lembaga di bawahnya.

Sistem Yang Berbeda

Sejalan dengan anggaran PKH 2019 yang naik, sistem program juga akan mengalami perubahan. Yaitu perubahan sistem yang dilakukan dalam menentukan besarnya dana yang diterima masyarakat yang tidak lagi sama rata. Dimana besarnya dana mengacu kepada besarnya beban pengeluaran penerima manfaat PKH. Artinya, semakin besar beban keluarga maka semakin besar pula bantuan dana PKH yang diterima. Selain itu, Kementerian Sosial juga akan berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga lainnya agar pelaksanaan program bantuan sosial berjalan lancar. Sebagai contoh, Kartu Indonesia Pintar yang dikoordinasikan bersama Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.

Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Tidak Naik

Meskipun besaran anggaran PKH 2019 lebih banyak dibandingkan tahun 2018, namun jumlah penerima tidak berubah. Artinya, penerima PKH akan mendapatkan dana yang lebih besar dibandingkan tahun lalu. Atau dengan kata lain jumlahnya dua kali lipat dibandingkan yang diterima sebelumnya. Perlu diketahui jika sebelumnya besaran PKH adalah 18% dari pengeluaran rumah tangga miskin atau Rp 1.890.000,00 per tahun.

Penambahan Tenaga Pendamping Sosial

Seiring dengan naiknya anggaran PKH 2019 dan jumlah KPM, maka jumlah tenaga pendamping sosial juga perlu untuk ditambah. Saat ini sudah ada 43.000 tenaga pendamping Kemensos. Jika ditambah lagi 5 juta, maka perlu ada penambahan tenaga pendamping paling tidak 23.000. Dengan begitu, pelaksanaan dari PKH bisa berjalan efektif dan sesuai dengan target yang diharapkan. Dengan kata lain, agar program ini bisa termonitoring dengan baik.

Dana Yang Diterima Antara 2-3,5 juta

Pada tahun ini bantuan yang diterima setiap KPM sebesar Rp 1,98 juta. Untuk tahun depan besarnya bantuan akan dinaikkan menjadi RP 2 juta per KPM per tahun. Bahkan, kenaikan diprediksikan bisa mencapai Rp 3,5 juta per KPM per tahun.

Program Sosial Selain Program Keluarga Harapan (PKH)

Ternyata, bantuan sosial yang diberikan tidak hanya dalam bentuk PKH saja. Beberapa kementerian selain Kementerian Sosial akan memberikan bantuan sosial dan subsidi untuk mengentas kemiskinan. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan berupa tenda atau gerobak. Dengan begitu, keluarga penerima manfaat bisa membuka usaha mandiri untuk memperbaiki tingkat pendapatan mereka.

Lihat lebih banyak

Tim Penulis

Tim Penulis TimesLombok.com adalah beberapa penulis lepas yang berkomitmen memberikan Karya Tulisan yang bermanfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button