BeritaIndonesia

Beginilah Kondisi Satwa Di Merapi Pasca Letusan Kemarin

Beginilah Kondisi Satwa Di Merapi Pasca Letusan Kemarin

Kondisi satwa di Merapi pasca letusan kini menjadi sorotan publik. Saat terjadi TNGP hewan sama sekali tidak menunjukkan perubahan perilaku. Bahkan tanaman dan pohon yang ada di sekitar Taman Nasional Gunung Merapi tidak mengalami kerusakan sama sekali. Namun bukan abu melanda wilayah radius lebih dari 2 kilometer dan mencapai wilayah Yogja dan sekitarnya.

Kejadian ini juga banyak membuat orang kebingungan, karena dirasa sangat mendadak, tidak ada tanda-tanda gunung akan mengalami letusan. Sehingga dari video yang beredar, masih banyak ditemukan pendaki yang berada di atas puncak gunung Merapi.

Kronologi Kejadian letusan merapi

Gunung Merapi telah mengalami letusan freatik pada hari Jumat (11/05/2018) pagi. Letusan itu sendiri menunjukkan adanya pemanasan air pada wabah permukaan, air inilah yang dapat membuat tekanan dan volume hal di dalam gunung meningkat sehingga menyebabkan letusan yang berupa asap putih.

Hal Ini berbeda dari erupsi, di sebabkan karena adanya pelepasan magma dari dalam gunung api, dari tanda-tanda fisikanya terlihat jelas, misal adanya  kenaikan jumlah gempa vulkanik, deformasi (perubahan bentuk tubuh gunung), kandungan gas dan lainnya.

Dengan durasi ke gempa selama 5 menit dengan tinggi semburan 5.500 meter di atas puncak. Menurut informasi oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),  erupsi terjadi pukul 07.43 WIB. Kemudian di susul Erupsi lanjutan terjadi pukul 08.54 WIB yang bersifat freatik ( dominasi uap air).

Berstatus Norma pada kondisi Gunung Merapi saat ini.  Saat pukul 09.44 WIB rekaman sesimik Merapi sudah landai kembali. Akibat adanya erupsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY dan Seleman melakukan suatu tindakan  membagikan masker kepada masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, pasca erupsi freatik Gunung Merapi menyebabkan hujan abu terjadi di beberapa tempat khususnya di bagian selatan hingga barat daya dari puncak kawah Gunung Merapi.

Kondisi satwa liar Pada Habitat di Yaman Nasional Gunung Merapi

Hewan satwa monyet ekor panjang yang populasinya cukup banyak di TNGM ini tidak mengalami kondisi stres, hal ini dilihat dari aktivitas nya yang seperti biasa. Saat terjadi letusan sekitar pukul 07.43 WIB dan setelah letusan, satwa liar lainnya di TNGM juga tidak mengalami perubahan perilaku. Termasuk tanaman dan pohon yang tidak mengalami kerusakan juga.

Balai Tanaman Nasional Gunung Merapi yang bertugas menjaga ekosistem terjaga, juga mengatakan bahwa hewan langka seperti macan tutul juga masih berkeliaran di area gunung, dan tidak mengalami suatu perubahan perilaku setelah letusan pada hari ini hingga kini.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Balai TNGM mengatakan bahwa hewan karnivora masih berada di kawasan Merapi, hal ini diperkuat dengan adanya tugas BTNGM yang bertemu hewan tersebut secara langsung.

Tidak Ada Perubahan Perilaku Sebelum Letusan Gunung Merapi

Fenomena letusan freatik tanpa ada tanda-tanda sebelumnya pada gunung berapi merupakan hal yang lazim. Tidak ada tanda-tanda erupsi seperti gempa vulkanik yang mendahului fenomena ini, dan yang menjadi tanda tanya besar masyarakat adalah tidak adanya perubahan perilaku hewan saat sebelum terjadinya gempa. Karena biasanya hewan lebih memiliki insting alam yang kuat.

Kondisi satwa di Merapi pasca letusan, pasca terjadinya letusan gunung Merapi freatik juga dapat diketahui bahwa hewan satwa liar yang berada di sana tidak mengalami kondisi stres dan tidak ada gejala akan hal tersebut. Sehingga hewan dapat dikatakan aman karena terbukti dengan berkeliarannya hewan pada area tersebut dengan aktivitas normal.

Tags
Lihat lebih banyak

Tim Penulis

Tim Penulis TimesLombok.com adalah beberapa penulis lepas yang berkomitmen memberikan Karya Tulisan yang bermanfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close