BeritaIndonesia

Bulog Siap Sebar 10 Ribu Ton Beras Melalui Operasi Pasar

Operasi Pasar, Bulog Akan Distribusikan Beras Lokal ke Masyarakat

Bulog siap sebar 10 ribu ton beras melalui operasi pasar. Pernyataan itu disampaikan sendiri oleh Perum Bulog. Mereka menjanjikan akan menyebarkan makanan pokok bagi warga Indonesia itu melalui operasi pasar. Sebanyak 10 ribu ton beras akan didistribusikan ke penjuru Indonesia setiap harinya. Penyebaran ini akan tetap dilaksanakan walaupun masa panen raya padi sudah lama lewat.

Hal ini didukung karena adanya perusahaan plat merah yang kedapatan menyerap beras yang diproduksi petani lokal. Perusahaan tersebut mengambil 15 ribu ton beras dari petani lokal tiap harinya tidak peduli bahwa telah melewati masa panen raya padi. Perusahaan ini adalah tengkulak yang suka menimbun beras dan mengakibatkan harga beras tidak stabil.

Kebutuhan Beras Masyarakat Tiap Harinya

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Karyawan Gunarso mengungkapkan, saat ini Bulog menargetkan serapan beras petani di angka 15.000 per hari. Menurutnya, jumlah itu sudah bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara.

Perum Bulog menargetkan serapan beras hingga akhir 2018 bisa mencapai 2,7 juta ton. Sementara untuk mengamankan kebutuhan Ramadan hingga Juni 2018, berdasarkan keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Pertanian pada Februari 2018, Bulog harus menyerap 2,2 juta ton beras.

Rakernas menetapkan bahwa Perum Bulog harus menggelontorkan kebutuhan beras lewat Operasi Pasar (OP) sekitar 15.000 ton per hari. Meskipun demikian, Gunarso mengatakan, Bulog maksimal hanya akan menyalurkan maksimal 10.000 ton beras per hari sesuai kebutuhan konsumen dan pasar.

Persediaan Beras Didistribusikan Menjelang Ramadhan

Bulog siap sebar 10 ribu ton beras melalui operasi pasar untuk mengatasi melejit nya harga jelang Ramadhan dan hari raya Lebaran 2018. Dia meminta agar tidak perlu ada kekhawatiran terjadi penurunan harga panen padi petani dengan masuknya beras Bulog ke pasar. Dia menjamin panen padi petani akan dibeli oleh Bulog.

Tujuan utama Bulog dalam pengumpulan padi lokal dari petani itu tidak hanya untuk mencapai target 2,2 juta ton. Melainkan untuk menstabilkan harga padi di pasaran melalui berbagai sumber. Bulog didorong untuk berperan sebagai penyangga harga jika harga padi petani jatuh. Beras pembelian Blog dari panen petani itu akan menjadi beras cadangan.

Langkah tersebut untuk mengatasi tindakan pihak-pihak nakal yang memanfaatkan keadaan saat harga panen jatuh. Bulog akan membeli harga padi petani jika pun jatuh, sesuai dengan harga pokok yang sudah ditetapkan pemerintah. Selanjutnya pemerintah meminta pada pedagang agar tidak menyimpan barang.

Dengan strategi itu pemerintah mengklaim tidak perlu khawatir impor beras akan menjatuhkan harga panen petani. Tugas pemerintah menyediakan stok beras. Mereka pasti akan menyerap berapa pun banyaknya panen petani lokal. Petani tidak akan rugi, yang akan terpotong adalah para tengkulak.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, Satgas Pangan akan mengawasi rantai distribusi bahan makanan terutama jelang Ramadhan dan Hari Raya Lebaran. Sudah kewajiban bagi Satgas Pangan untuk mengawasi rantai penyebaran beras. Ketika di tingkat produksi ada penyimpangan dan melanggar hukum maka pemerintah akan melakukan penindakan.

Setyo mengatakan Satgas Pangan melakukan pemantauan untuk mengawasi stabilitas harga 11 bahan makanan yang menjadi prioritas pengawasan pemerintah. Oleh karena itu bulog siap sebar 10 ribu ton beras supaya menstabilkan kondisi stok dan harga beras untuk menyambut masa panen raya dan menjelang Ramadhan, pastikan informasi valid sebelum menerima sebuah berita.

Tags
Lihat lebih banyak

Tim Penulis

Tim Penulis TimesLombok.com adalah beberapa penulis lepas yang berkomitmen memberikan Karya Tulisan yang bermanfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close