BeritaDunia

Serba Serbi Pemilu Pakistan 2018

Pakistan adalah salah satu negara di Asia Selatan yang menganut sistem pemerintahan parlementer. Selain presiden dalam proses mengatur tatanan negara, terdapat perdana menteri sebagai kepala pemerintahan yang membatu tugas presiden. Sistem parlemen dalam pemilihan kepala pemerintahan di Pakistan ditentukan dengan cara pemilihan umum atau pemilu, seperti negara-negara asia lainnya dan beberapa bagian negara eropa. Berikut ini merupakan serba serbi yang mewarnai pemilu Pakistan beberapa waktu lalu.

Hasil Pemilu Pakistan 2018

Sekitar 3459 kandidat parlemen mewakili 100 partai politik yang memperebutkan 272 kuota di Majelis Nasional Pakistan. Setelah kuota di parlemen terpenuhi, para anggota parlemen melaksanakan konsolidasi dengan memilih perdana menteri.

Setelah melakukan perhitungan suara di pemilu Pakistan kemarin, menunjukkan Pakistan Tehreek-i-Insaf (PTI) sebagai partai oposisi. PTI mengusung Imran Khan sebagai Perdana Menteri terpilih dalam pemilu kali ini. Imran Khan sendiri merupakan mantan atlet Kriket nasional. Karir politik Imran Khan dimulai sejak tahun 2011 lalu setelah memutuskan untuk pensiun dari seorang atlet pada tahun 1992.

Dalam kampanyenya beberapa waktu lalu, Imran Khan bertekad untuk menyelesaikan beberapa isu – isu kenegaraan, terutama dalam pemberantasan korupsi.  Di Pakistan sendiri, kasus korupsi mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Terlebih tentang penyalahgunaan kewenangan politik yang dilakukan secara turun temurun oleh dinasti Benazir Bhutto dan Nawaz Sharif.

Kemenangan Pakistan Tehreek-i-Insaf PTI

Dalam pemilu kali ini, Partai Liga Nawas Muslim Pakistan (PML-N) yang menaungi mantan Perdana Menteri  Nawas Sharif bersaing ketat dengan partai Tehreek-e-Insaf (PTI) yang menaungi mantan Atlet Kriket Pakistan, Imran Khan.

Dari hasil perhitungan suara, PTI menang tipis yakni 115 dari 270 kursi parlemen Majelis Nasional Pakistan. Sementara Partai Lia Nawas Muslim Pakistan mendapat 64 kursi, dan  Pakistan People’s Party (PPP) dari klan Bhutto mendapat 43 kursi.

Untuk menyokong kemenangannya, PTI harus bersiap membentuk aliansi dengan partai yang sehaluan dengan visi misinya di parlemen. Hal ini lantaran kegagalan PTI menang sebagai mayoritas.

Bom Bunuh Diri Menjelang Pemilu

Sebelum kemenangan ini tersebar telah terjadi ledakan bom bunuh diri saat pelaksanaan pemilu di daerah Queeta salah satu wilayah di Pakistan. Dalam peristiwa tersebut telah menewaskan setidaknya 29 korban  jiwa. Ledakan terjadi di dekat tempat pemungutan suara.

Setelah ditelusuri sejumlah sumber keamanan setempat menyebut pelaku bom bunuh diri yang menumpang sepeda motor melaju kearah kendaraan polisi. Seorang saksi mata melaporkan ledakan terjadi di dekat sebuah tempat pemungutan suara di Queeta, Ibu kota Provinsi Baluchistan. Dari pihak rumah sakit setempat mengatakan bahwa sedikitnya terdapat 31 korban tewas 2 diantaranya adalah anggota kepolisian dan 40 korban lain mengalami luka-luka.

Sebelumnya juga telah terjadi terror bom bunuh diri dilaporkan meledak secara di Pakistan Barat Daya, pada hari Selasa 24 April 2018. Terror bom bunuh diri ini memakan korban yang rinciannya setidaknya sebanyak 6 petugas kepolisian dikabarkan meninggal dunia. Selain itu sebanyak 15 personil keamanan pun juga mengalami luka-luka.

Kandidat Partai Yang Ikut Menjadi Korban Ledakan

Ledakan juga terjadi pada Minggu 22 Juli 2018 ditengah-tengah kampanye pemilu Pakistan. Ikramullah Gandapur, salah satu kandidat dari partai sayap kanan PTI dalam pemilihan kursi majelis provinsi 25 Juli lalu. Ketika dalam perjalanannya menuju pemilihan umum di daerah Khyber Pakhunkhwan, salah seorang martir mendekati kendaraan Ikramullah dan meledakkannya.

Akibat ledakan tersebut, sopir pribadi Gandapur tewas di tempat. Sementara Gandapur sendiri sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya tewas dalam perjalanan.

Terlepas dari beberapa  fakta dan kejadian diatas, pemilu Pakistan tahun ini telah berjalan cukup baik. Terlebih bagi Imran Khan sebagai perdana menteri terpilih memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan visi dan misinya bagi pemerintahan Pakistan.

Lihat lebih banyak

Tim Penulis

Tim Penulis TimesLombok.com adalah beberapa penulis lepas yang berkomitmen memberikan Karya Tulisan yang bermanfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close