Indonesia

Penetapan Untuk Tersangka Pengeroyokan Haringga

Minggu, 23 September 2018 klub sepak bola Jakarta (Persija) dan klub sepak bola Bandung (Persib) bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung menjadi perantara akan kematian seorang jakmania (pendukung kesebelasan Persija) yang berasal dari Cengkareng, Jakarta Barat akibat pengeroyokan jelang laga Persib melawan Persija oleh para bobotoh. Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung, Jawa Barat menangkap 16 orang dan sudah menetapkan delapan tersangka pengeroyokan Haringga Sirila (suporter tim Persija) yang dua diantaranya masih di bawah umur.

Kronologi Pengeroyokan

Almarhum, Haringga Sirila (23) diketahui datang seorang diri, padahal pertandingan ini terkesan angker akibat seringnya menimbulkan korban jiwa baik dari suporter Persija maupun suporter Persib. Dia menonton tanpa membawa atribut Persija. Namun, Haringga ternyata menjadi korban sweeping kartu tanda penduduk (KTP) oleh para bobotoh.

Haringga ketahuan oleh bobotoh akibat membawa kartu jakmania dan diteriaki sebagai salah satu suporter klub Macan Kemayoran. Awalnya, Haringga berteriak meminta pertolongan, namun nahas suaranya tidak dipedulikan siapapun. Massa yang tidak bisa di bendung berhasil menganiaya korban tanpa belas kasihan sedikitpun.

Aditya Anggara, salah satu tersangka pengeroyokan Haringga mengaku ingin menolong korban yang sudah dianiaya para bobotoh, namun akibat provokasi massa yang tidak bisa dibendung, mendorong pelaku turut menganiaya korban. Pengeroyokan ini dilakukan di gerbang biru stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Penganiayaan Menggunakan Tangan Kosong

Kasat Reskim Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris Maulana mengatakan bahwa para pelaku menganiaya korban menggunakan tangan kosong, kaki, hingga peralatan yang ada di sekitar. Saat rekonstruksi, kedelapan tersangka pengeroyokan Haringga memperlihatkan bagaimana kejadian pengeroyokan terjadi, adanya yang memukul dengan tangan, menendang bahkan ada yang memukul menggunakan alat seperti balok kayu hingga helm.

Kematian Haringga menambah daftar sejarah korban tewas pertandingan antara klub sepak bola Bandung dan klub sepakbola Jakarta. Dalam Data Save Our Soccer menyatakan, Haringga menjadi korban tewas ke tujuh. Dan selama 23 tahun ini, telah tercatat 56 fans sepak bola di Indonesia yang tewas mengenaskan.

Penyelesaian Kasus

Menurut peneliti hukum olahraga Eko Noer Kristiyanto, aksi semacam ini akan terus terulang karena belum ditemukannya solusi yang konkret. Adanya dendam yang mengakar dan tidak ada upaya memadamkan khususnya untuk jakmania dan bobotoh. Tambahnya, solusi yang seharusnya adalah adanya otoritas komunitas suporter bukan hanya sepak bola saja.

Dari pihak PSSI sendiri telah memutuskan sanksi untuk Maung Bandung, melalui sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, telah disimpulkan bahwa adanya pelanggaran kode disiplin. Yaitu, adanya suporter Persib yang melakukan intimidasi kepada ofisial Persija saat MCM (Pertemuan teknis), melakukan sweeping dan pengeroyokan hingga tewas.

Sanksi Kepada Tim Maung Bandung

Panitia penyelenggara juga di nilai gagal memberikan keamanan para penonton. Terkait adanya pelanggaran ini, Komdis PSSI memutuskan hukuman kepada tim Maung Bandung. Hukumannya yaitu Persib harus menggelar partai kandang usiran  di luar Pulau Jawa tanpa adanya penonton hingga akhir musim kompetisi 2018. Hukuman berlanjut dengan adanya laga kandang tanpa penonton hingga pertengahan musim kompetisi 2019.

Sanksi Kepada Para Suporter Persib

Dan untuk para penonton termasuk suporter, Komdis memberi sanksi berupa larangan menonton pertandingan Persib Bandung. Hal tersebut berlaku sejak putusan ditetapkan hingga setengah musim kompetisi 2019. Untuk para tersangka pengeroyokan Haringga yang diamankan diantaranya, B (41), JS (31), GA (20), CG (20), AA (19), SMR (17), dan DFA (16), dihukum Komdis PSSI seumur hidup.

Dengan diputuskannya hukuman ini dari Komdis, dan mengakomodasi permohonan dari forum silaturahmi klub Liga 1, status penghentian sementara Liga 1 telah dicabut oleh PSSI. PT Liga Indonesia Baru bisa kembali menjalankan Liga 1 2018 mulai tanggal 5 Oktober 2018.

Demikian, penetapan sanksi tersangka pengeroyokan Haringga sirila oleh Komdis PSSI.

Tags
Lihat lebih banyak

Tim Penulis

Tim Penulis TimesLombok.com adalah beberapa penulis lepas yang berkomitmen memberikan Karya Tulisan yang bermanfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close