BeritaIndonesia

Menjelang Asian Games 2018 Masalah Kesehatan Di Indonesia Jadi Sorotan

Akhir-akhir ini masalah kesehatan di Indonesia jadi sorotan di mata dunia.Apalagi saat-saat menjelang kompetisi olahraga Asian Games 2018.Hal ini tentu saja menjadi PR bagi kita semua selaku tuan rumah dalam perhelatan besar nanti. Agar tidak menimbulkan kecemasan bagi para peserta kompetisi olahraga, maka suasana negara Indonesia harus kondusif. Baik di bidang keamanan atau kesehatan harus mendapatkan perhatian dan prioritas utama. Agar mereka yang berkunjung ke negara kita merasa nyaman dan aman.

Wabah Penyakit Difteri

Pada saat ini beberapa tempat/wilayah di Indonesia sedang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri. Menurut hasil catatan Kementerian Kesehatan hingga bulan November 2017 sebanyak 32 orang meninggal karena terserang penyakit  difteri ini. Ini sungguh merupakan kejadian yang jarang sekali terjadi di beberapa negara tetangga. Dengan adanya wabah difteri ini, masalah kesehatan di Indonesia jadi sorotan.

Penyebab penyakit difteri adalah bakteri Corynebacterium Diphteriae, ini bisa menimbulkan kematian pada anak-anak jika tidak segera mendapatkan penanganan khusus. Karena sudah banyak korban yang meninggal maka masalah kesehatan di Indonesia jadi sorotan dunia. Penyakit ini memiliki masa inkubasi antara 2-5 hari, dan akan menular dalam kurun waktu 2-4 minggu. Gejala dari penyakit difteri ini meliputi:

1. Demam

Penderita difteri awal mulanya akan mengalami demam tinggi selama beberapa hari. Suhu badan akan mengalami kenaikan sampai 37 derajat celcius. Kadangkala sampai tidak sadar mengigau karena suhu badan terlalu panas.

2. Batuk

Gejala yang kedua akan disertai batuk-batuk yang tidak seperti biasanya. Suara batuk nya terdengar seperti orang menggonggong. Ini karena dahak nya yang tidak bisa keluar sehingga menyumbat tenggorokan. Intensitas batuk semakin hari semakin sering hingga sangat mengganggu sekali.

3. Sulit Menelan

Penderita difteri akan mengalami rasa sakit pada tenggorokan nya. Hal ini disebabkan karena tenggorokan mengalami peradangan. Lebih parah lagi penderita akan mengalami kesulitan untuk menelan makanan. Bisa dibayangkan betapa sakit dan tersiksa nya orang yang terjangkit difteri ini.

4. Pembengkakan Pada Leher

Gejala yang satu ini sudah pasti akan sangat mengganggu bagi penderita difteri. Karena leher yang bengkak pasti akan terasa sakit sekali. Disamping itu tentu saja akan mengganggu pemandangan orang yang melihat nya.

5. Sulit Bernafas

Penderita difteri akan mengalami kesulitan bernafas, karena adanya dahak yang menyumbat pada saluran pernafasan nya. Nafas jadi sesak bahkan ter engah-engah dan tentu saja ini sangat mengganggu sekali. Maka dari itu butuh penanganan dan perhatian khusus dari masalah kesehatan di Indonesia jadi sorotan.

6. Selaput Putih Abu-abu (Pseudomembran)

Gejala lain dari penderita difteri adalah adanya selaput abu-abu (Pseudomembran) pada lidahnya. Ini akan kelihatan nyata sekali pada lidah orang yang terkena difteri. Mulut terasa pahit dan tidak bisa peka merasakan makanan apapun. Sungguh sangat menderita sekali jika terkena difteri. Maka dari itu kita harus hati-hati jika di wilayah kita sudah ada yang kena penyakit ini.

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam, tapi segera mengambil langkah-langkah pencegahan. Pencegahan penyakit difteri dilakukan dengan cara memberikan imunisasi. Dengan cara imunisasi ini diharapkan penularan penyakit difteri bisa di tekan. Karena menjelang penyelenggaraan kompetisi olahraga Asian Games 2018, masalah kesehatan di Indonesia jadi sorotan. Sebagai tuan rumah Indonesia pasti akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi para peserta Asian Games 2018. Termasuk diantaranya masalah keamanan terutama juga kesehatan. Agar semua peserta Asian Games yang nanti datang ke Indonesia merasa nyaman dan aman. Tidak mempunyai rasa takut akan tertular wabah penyakit di negeri kita Indonesia yang tercinta ini.

Lihat lebih banyak

Tim Penulis

Tim Penulis TimesLombok.com adalah beberapa penulis lepas yang berkomitmen memberikan Karya Tulisan yang bermanfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button