BeritaDunia

Menggali Misi Terror Serangan ISIS Di Suriah Selatan

Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masih menguasai sebagian besar wilayah di Suriah. Setelah beberapa tahun ISIS menebar teror pada penduduk Suriah sejak tahun 1999 lalu, serangan ISIS di Suriah selatan baru – baru ini terjadi di provinsi Druze. Tidak berhenti sampai disitu saja, namun serangan ISIS di Suriah selatan juga sampai ke kota – kota lain.

Serangan ISIS Di Sweida

Terakhir ISIS kembali menghantui warga sipil dengan meledakkan bom di sebuah pasar grosir di kota Sweida provinsi Druze, Suriah Selatan. Serangan tersebut telah menewaskan hingga 221 orang pada Rabu 25 Juli 2018 lalu. Dari 221 korban jiwa, 127 diantaranya merupakan warga sipil dan 94 lainnya merupakan pasukan pro pemerintah.

Menurut Omar, salah seorang penduduk Sweida menyatakan ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 waktu Suriah. Menurutnya, ledakan tersebut meninggalkan trauma bagi penduduk Sweida. Ini merupakan peristiwa paling mengerikan di provinsi Sweida semenjak perang di Suriah berkecamuk.

Misi Serangan Teror ISIS Di Sweida

Sebelumnya, Rami Abdel Rahman mengatakan, pemerintah telah berhasil mendepak anggota ISIS dari kawasan tersebut. Kelengahan warga ternyata dimanfaatkan oleh pasukan ekstremis tersebut untuk menyerang warga sipil. Dikatakan pula serangkaian serangan ini sebagai aksi balas dendam atas anggota ISIS yang dipukul mundur beberapa waktu lalu. “Sejumlah warga yang lari dari desa – desa mereka saat serangan itu berlangsung, sekarang telah kembali. Mereka menemukan orang – orang yang tewas di rumah – rumah mereka”. Papar Abdel Rahman mencoba menggambarkan situasi mengerikan tersebut.

Kepala Syrian Observatory for Human Rights mengatakan, serangan ISIS di Suriah selatan terdapat beberapa serangan teror di wilayah yang berbeda di Sweida. Satu serangan di dekat pusat grosir, sementara yang lain di desa – desa kecil di wilayah Sweida. Selain rangkaian pengeboman tersebut, kelompok militan pemberontak pemerintahan itu juga menembaki pemukiman warga sipil. “Tiga bomber  mengikatkan peledak di sabuknya dimana pusat kota Sweida sebagai target serangan. Selain itu, serangan bom lain terjadi di beberapa desa di utara dan timur Sweida” pungkasnya. Total telah terjadi tiga teror dalam satu kota di waktu yang hampir bersamaan.

Berbeda dengan apa yang dikeluarkan kantor berita Sana’a News Agency 25 Juli lalu, pasukan keamanan Suriah sempat mengejar dan menewaskan dua penyerang ISIS sebelum sempat meledakkan diri.

Belum diketahui secara pasti berapa banyak pasukan ISIS yang diturunkan dalam serangan tersebut. Namun disinyalir ini merupakan aksi balasan atas operasi militer pemerintah di Suriah selatan dalam memerangi kelompok yang berafiliasi dengan ISIS. Serangkaian serangan tersebut telah terkoordinasi dengan baik dengan target menebar ancaman dan mengganggu keamanan warga.

Sweida merupakan sebuah kota di provinsi Druze, Suriah Selatan. Sebelumnya, kota ini diklaim relatif aman dari dampak perang sipil karena letaknya yang terpencil di banding kota – kota lain di Druze. Ancaman lain justru datang belakangan ini dari kelompok radikal ISIS.

Ekspansi ISIS Di Suriah

Selama ini, ISIS memang gencar melakukan ekspansi ke beberapa negara, termasuk Irak dan Suriah. Di suriah sendiri kelompok yang didirikan oleh Abu Musab al Zarqawi ini telah menguasai kota Deir al Zour dan Raqqa. Mereka mengklaim Raqqa sebagai ‘ibu kota kekhalifahan Islam’ yang baru. Namun pada November tahun lalu militer Suriah berhasil merebut kembali dua kota tersebut. Seperti tak ingin menerima kekalahan begitu saja, ISIS membalas dengan melakukan serangan di Suriah selatan, dengan kota Sweida sebagai targetnya. Hal ini tentu saja menandai nyali kelompok radikal tersebut masih bergejolak terutama di Suriah.

 

Lihat lebih banyak

Tim Penulis

Tim Penulis TimesLombok.com adalah beberapa penulis lepas yang berkomitmen memberikan Karya Tulisan yang bermanfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close